Whitepaper

Air borne vs. Structure-borne Noise

By 26 Agustus, 2020November 12th, 2020One Comment

Seringkali sound insulation gagal karena kebanyakan orang berasumsi bahwa suara yang bocor pada ruangan hanya melalui udara (airborne). Biasanya orang-orang tidak memperhitungkan atau tidak tahu bahwa suara juga bisa merambat melalui struktur bangunan. Apabila nasi telah menjadi bubur, biaya perbaikannya bisa 3-4 kali lebih mahal dari pada yang sudah diantisipasi sebelumnya.

Suara yang bocor ke atau dari ruangan lain terjadi karena adanya perambatan suara, karena suara tidak akan ada tanpa medium perambatnya. Terdapat beberapa medium perambatan suara, yaitu melalui liquid, solid, dan gas (air atau udara). Hal terpenting yang perlu kita ketahui bersama adalah suara berasal dari sesuatu yang bergetar. Suara merupakan gelombang longitudinal, dan paling cepat merambat di medium padatan.

Pada kasus kebisingan pada bangunan, yang sering terjadi adalah suara marambat melalui padatan (structure-borne atau solid) dan udara (air-borne atau gas). Nah apa itu structure-borne dan air-borne?

Structure-Borne Noise

Structure-borne noise merupakan perambatan suara melalui medium solid atau padatan, yaitu struktur bangunan. Contoh dari kasus perambatan suara melalui structure-borne adalah sebagai berikut.

Benturan benda padat pada permukaan bangunan: langkah kaki, sport & gym.

Benda bergetar yang menempel pada permukaan bangunan: mesin, kompresor AC, kereta api, jalan raya, dan lain-lain.

Suara berfrekuensi rendah yang merambat melalui udara lalu menggetarkan struktur bangunan: studio musik, subwoofer audio system.

Airborne-Noise

Airborne-noise adalah suara yang merambat melalui udara namun partikelnya tidak cukup kuat untuk dapat menggetarkan struktur bangunan, namun terkadang dapat menembus partikel material penghalangnya. Contoh dari airborne-noise adalah suara dari alat musik, transportasi di jalan raya, radio, perbincangan, dan lain-lain.

Gambar (a). Sebut saja sumber suara yang tidak mengasilkan getaran, hanya menghasilkan suara (noise) yang merambat melalui udara. Suara yang terdengar oleh orang yang berada di luar ruangan terjadi ketika gelombang suara yang dihasilkan oleh noise tersebut energi partikelnya dapat melalui dinding pembatas namun energi partikel tersebut tidak cukup kuat untuk menggetarkan struktur bangunan.

Gambar (b). Mesin aktif yang diletakkan di lantai akan menghasilkan suara (noise) yang merambat melalui udara (airborne-noise) sebagian suara akan dipantulkan dan ada yang diteruskan. Mesin juga menghasilkan getaran sehingga getaran tersebut menjalar ke struktur bangunan dan bergerak menuju struktur bangunan yang lainnya. Getaran di struktur bangunan tersebut akan menghasilkan suara (noise) yang dapat didengar oleh orang yang berada di ruangan yang berbeda dengan mesin tadi. Sehingga suara yang dirasakan oleh orang di sekitar ruang mesin berasal dari suara yang merambat melalui udara dan struktur bangunan.

Jika ada structure-borne noise, langkah untuk meminimalisir noise tersebut dengan

  1. Menambahkan material penyerap suara
  2. Menambahkan material insulasi suara
  3. Menambahkan material pemutus kontak getaran

Strategi desain jika ada suara bocor dikarenakan air-borne maka yang harus dilakukan adalah dengan memberikan insulasi pada selubung ruangan agar suara tidak masuk dan keluar ruangan. Suara juga bisa diserap dari dalam ruangan menggunakan material absorber.

One Comment

  • Makasih atas sharing knowledge nya yang sangat bermanfaat! Apakah ada perbedaan antara pengaruh noise dengan distorsi terhadap kualitas suatu akustika Bangunan general purpose yang mau digunakan untuk keperluan2 khusus seperti home theatre, smart classroom dan sejenisnyalah? Dapatkan saya menjadi seorang acoustics expert dgn latar belakang hanya sebagai lulusan sarjana Teknik Elektro Arus Lemah jadul(1976-1981) dari Univ, Trisakti, Jkt? Bagaimana career path yg hrs dilakukan menjelang pensiun saya 1-2 thn lagi??? Makasih.

Leave a Reply

Butuh Bantuan ?