Skip to main content
TechnicalWhitepaper

Gema, Apakah Aspek Penyebab Ketidaknyamanan pada Auditorium?

By 7 Juni, 2021Agustus 5th, 2021No Comments

APA SAJA YANG MENGAKIBATKAN KETIDAKNYAMANAN PADA AUDITORIUM?

Seperti yang kita ketahui bahwa auditorium merupakan ruangan yang cukup luas dan sering terjadi beberapa permasalahan. Permasalahan yang sering terjadi pada auditorium adalah ketidaknyamanan visual dan audio (pendengaran). Kami akan membahas permasalahan pada auditorium mengenai ketidaknyamanan pendengarannya, penyebabnya apa, dan solusinya bagaimana.

Sebelum lebih jauh, ketidaknyamana pendengaran pada auditorium atau ruang pertunjukkan bisa dipelajari penyelesaian masalahnya dengan ilmu Arsitektural Akustik.

akustika arsitektur

Apa itu Arsitektural Akustik?

Akustika Arsitektur terdiri dari dua kata yaitu akustik dan arsitektur, keduanya memiliki arti masing-masing.
Menurut KBBI, akustika dan arsitektur memiliki makna sebagai berikut.
akus.ti.ka: n cabang ilmu fisika yang mempelajari terjadinya suara, penyaluran, penerimaan, pengendalian dan
pengaruh suara
ar.si.tek.tur /arsitèktur/: (n) seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dan
sebagainya; ilmu bangunan; (n) metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan

Berdasarkan pengertian dua kata di atas, disimpulkan bahwa Akustika Arsitektur adalah ilmu yang mempelajari
cara merancang sebuah bangunan dengan mempertimbangkan pengaruh bunyi atau suara terhadap bangunan.

“Akustika Arsitektur adalah keilmuan untuk mendesain ruangan, struktur dan konstruksi dari sebuah ruangan
yang tertutup, serta sistem-sistem mekanikal pendukungnya bagi tujuan peningkatan kualitas akustik (pidato
dan juga musik, atau gabungan di antara keduanya), di dalam suatu ruang.” (Handoko Sutanto, 2015)

“Akustika Arsitektur menggambarkan interaksi antara manusia dan suara, di dalam dan di luar ruangan, dan
menggunakan informasi ini untuk mengembangkan kriteria desain akustik untuk arsitektur dan perencanaan.
Implikasi desain menggunakan teknik permodelan komputer mulai dari terjadinya suara, penyaluran, dan
penerimaan suara dan bagaimana interaksi suara tersebut dengan sifat bahan arsitektural yang bersifat
menyerap, memantulkan, dan transmisi.” (Benjamin Markham, 2018)

Terdapat beberapa aspek yang perlu kita perhatikan saat membangun sebuah auditorium. Secara umum fenomena Akustika Arsitektur yang sering kita kenal adalah pantulan suara (reflection), dengung (reverberation), dan gema (echo). Mari kita simak penjelasan dari masing-masing fenomena tersebut!

  1. PANTULAN SUARA (REFLECTION)

PANTULAN SUARA

Pantulan suara (Reflection) adalah gelombang suara yang merambat melalui media tertentu (misalnya udara) kemudian mengenai permukaan media lain (misalnya dinding), dan memantul kembali ke arah lain. Fenomena pantulan suara secara mudah dapat dilihat pada ilustrasi gambar di atas. Sedangkan suara langsung (direct sound) adalah suara yang merambat di udara dari sumber suara, langsung menuju ke penerima suara.

Pantulan suara menyebabkan manusia mendengarkan suara langsung dan beberapa suara pantulan yang sampai ke telinga dengan arah dan waktu yang berbeda. Hal ini menciptakan persepsi ruang, akan tetapi terkadang mengurangi kejelasan suara langsung apabila suara pantulan yang didengar cukup besar.

2. DENGUNG (REVERBERATION)

dengung

Dengung (reverberation) atau gaung adalah pantulan suara pada permukaan bidang ruangan yang terjadi berulang-ulang sampai suara tersebut hilang. Ilustrasi fenomena dengung dapat dilihat pada gambar. Dengung menyebabkan manusia mendengarkan satu suara langsung dan suara dengung yang melemah dalam periode waktu tertentu.

Hal ini menciptakan persepsi ruang, akan tetapi mengurangi kejelasan suara langsung apabila waktu dengung  yang jauh lebih lambat dari satuan bunyi suku kata pada suara ucap atau satuan bunyi dari sebuah pertunjukan musik. Dengung diperlukan dalam porsi tertentu untuk suara tertentu, akan tetapi dapat juga mengganggu untuk suara yang lain.

3. GEMA (ECHO)

gemaGema (Echo) menyebabkan manusia mendengarkan suara langsung dan suara gema berulang kali dalam periode waktu tertentu.

Hal ini menciptakan bunyi suara yang bertumpuk – tumpuk. Suara yang bertumpuk dapat terdengar teratur atau terdengar berantakan. Gema kadang dibutuhkan untuk memberikan persepsi suara tertentu yang diinginkan oleh pemilik suara, akan tetapi gema yang tidak terkendali merupakan gangguan suara yang memberikan pengalaman buruk kepada pendengar.

Perlu diketahui bahwa gema (echo) dan dengung atau gaung (reverberation) adalah sesuatu yang berbeda. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar beberapa saat setelah bunyi asli, sedangkan dengung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli.

PERBEDAAN GEMA DAN GAUNG

perbedaan gema dan gaung

Perlu diketahui bahwa gema (echo) dan dengung atau gaung (reverberation) adalah sesuatu yang berbeda.

Gema adalah bunyi pantul yang terdengar beberapa saat setelah bunyi asli, sedangkan dengung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli.

Selain itu, gema dihasilkan dari dinding pantulan minimum berjarak 16,2m dari sumber suara, sedangkan  dengung terjadi jika jarak dinding di bawah pantulan minimum yaitu berjarak kurang dari 16,2m dari sumber suara. Gambar mengilustrasikan dengan cukup jelas perbedaan antara dengung dan gema.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa tidak semua dengung (reverb) bersifat merugikan bagi  pendengarnya. Pada kondisi khusus seperti pada pertunjukan musik di sebuah hall, mixing audio, dan lain-lain. Reverb sering kali dikombinasikan dengan efek delay untuk menghasilkan efek audio yang lebih enak didengar.

Ketidaknyamanan audio pada auditorium dapat diatasi atau bahkan dicegah dengan perencanaan dan perancangan akustika arsitektur yang tepat, seperti memperhitungkan material akustiknya, bentuk ruangannya, dan lain-lain. Dasar-dasar perancangan akustika arsitektur dapat dipelajari pada e-book dari Acourete. Silahkan klik di sini untuk mengunduhnya secara gratis. Semoga bermanfaat! Salam Akustik!

Up

Leave a Reply

Butuh Bantuan ?