Meredam Gema pada Kubah Masjid Baiturahman Kuala Kencana – Freeport Indonesia

PT. Freeport Indonesia adalah salah satu perusahaan tambang terbesar dan terbaik di dunia yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Perusahaan ini adalah pembayar pajak terbesar kepada Indonesia dan merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg.

Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

masjid freeport

Tampak luar Masjid Freeport Kuala Kencana Timika (Dok. pribadi)

Untuk menunjang ibadah umat muslim karyawan PT. Freeport Indonesia mempunyai fasilitas peribadahan yaitu Masjid Baiturrahim Kuala Kencana. Karena kesalahan arsitektur penempatan kubah maka waktu dengung (reverberation time) ruangan ibadah di masjid tersebut menjadi sangat panjang. Dengung di dalam ruangan tersebut mencapai 6 detik. Hal ini menyebabkan artikulasi suara dari pembicara sulit untuk di tangkap oleh umat yang datang untuk beribadah.

KONSULTASI

Target Solusi yang di tetapkan oleh pemberi pekerjaan:

  • Material yang dipasang harus mampu menurunkan reverberation time minimal 50%
  • Pemasangan material tidak boleh mengubah konstruksi dan desain kubah
  • Pemasangan material tidak boleh memaku atau melubangi gipsum kubah
  • Material yang dipakai harus ringan sehingga tidak membebani konstruksi kubah
  • Material yang dipakai harus memenuhi standard kesehatan dan keamanan international

Beberapa konsultan dan kontraktor akustik sempat dipanggil oleh PT. Freeport Indonesia untuk menanggulangi masalah meredam gema masjid ini. Namun produk dan solusi pemasangan yang ditawarkan tidak memenuhi target solusi yang telah ditetapkan oleh tim teknis dan pemakai ruangan tersebut.

Lebih dari dua tahun masalah ini terkatung – katung sampai akhirnya ada seorang personil Freeport yang mendapat informasi tentang kepiawaian Acourete dalam mengatasi masalah akustik. Dari informasi tersebut Freeport mengundang tim Acourete sebagai penyedia produk dan jasa, serta Joko Sarwono dosen akustik ITB sebagai konsultan independen.

Sesampainya di sana Acourete dan Joko Sarwono melakukan analisa masalah dan memikirkan beberapa alternatif solusi yang kemudian di presentasikan kepada tim engineeruser, dan maintenance.

Setelah melakukan diskusi yang cukup lama diputuskan bahwa material yang dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah Acourete Board 230.

PELAKSANAAN

Setelah Acourete Board sampai di Timika tim installer Acourete datang untuk melakukan pemasangan Acourete Board pada permukaan kubah mesjid tersebut sesuai dengan gambar kerja yang telah di setujui bersama.

kubah masjid freeport sebelum terpasang Acourete Board

Kubah Masjid Freeport sebelum terpasang Acourete Board (Dok. pribadi)

PENUTUP

Kubah Masjid Freeport setelah terpasang Acourete Board (Dok. pribadi)

Berikut adalah komentar dari salah seorang personil Freeport: “Sebelumnya kami menargetkan pengurangan dengung sampai dengan 50% tetapi setelah Acourete Board terpasang kami terkejut dengan kenyataan yang ada bahwa dengung yang tereduksi bisa mencapai 70%.”

Jika Anda ingin membangun studio musik bisa langsung isi form di bawah ya. Kami akan siap membantu berdiskusi dengan solusi-solusi terbaik. Salam Akustik!

Bagikan Portofolio :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram
WhatsApp
Email

Unduh Company Profile kami secara gratis disini